Saturday, October 13, 2018

Crypto Exchange akan Jadi Bursa Efek Blockchain Pertama Dunia

Jakarta, CNN Indonesia -- CryptoSecurities Exchange (CSX) akan menjadi bursa efek berbasis blockchain pertama di dunia. Nantinya, aktivitas digital ini akan mengurangi penipuan dan menyederhanakan akses ke modal publik bagi wirausahawan dan usaha kecil.

Bursa tersebut terdaftar pada Komisi Pasar Modal dan Sekuritas Amerika Serikat atau Securities and Exchange Commission (SEC) dan berada di bawah undang-undang cryptosecurities baru negara bagian Delaware. Nantinya, saham memungkinkan untuk didigitalisasi dan ditransfer secara elektronik melalui daftar pemegang saham yang terdistribusi di jaringan pribadi berbasis blockchain.

Dikutip dari situs resmi rilis pers multimedia www.businesswire.com, CryptoSecurities Exchange LLC siap mewujudkan bursa perdagangan di negara Amerika Serikat yang pertama kali berbasis blockchain melalui pengaturan sendiri, transparan, dan secara pengaturan kode.

"Hanya dalam hitungan bulan, bursa ini sudah terdaftar di SEC sebagai Regulation D Exempt Offering, dan terdaftar di FinCEN sebagai divisi layanan uang terdaftar Registered Money Services Business," demikian tertulis dalam rilis yang dikutip Senin (26/3).

BACA JUGA: Bursa Saham Terbesar Keempat Dunia Menggunakan Blockchain dalam Transaksi

CryptoSecurities Exchange LLC melobi firma di Washington DC untuk menjalin kemitraan dengan Pemerintah AS, menggandeng firma hukum pajak internasional agar mematuhi lembaga pajak AS Internal Revenue Service (IRS), dan mengupayakan agenda pertemuan dengan Kongres AS.

Perbedaan antara bursa perdagangan saham saat ini dan bursa berbasis blockchain terletak pada akses, biaya, kecepatan dan transparansi.

Saat ini, pasar over the counter (OTC) perusahaan yang sudah go public senilai US$1,7 triliun sengaja dipilih untuk tidak diperdagangkan di salah satu bursa resmi utama karena alasan biaya yang mahal.

Broker, clearinghouse, lembaga kustodian, dan bursa itu sendiri menginginkan potongan pada setiap transaksi. Hal-hal yang tak diinginkan di Bursa Wall Street menyebabkan regulasi saham terlalu ketat yang secara tak sengaja menahan wirausahawan dan perusahaan rintisan (startup)mengakses modal publik.

CSX dianggap solusinya, karena berusaha mendigitalisasikan daftar pemegang saham setiap perusahaan OTC di Amerika Serikat tanpa biaya.

Hal terpenting, CSX akan menggandeng mantan regulator SEC dan auditor forensik untuk membangun jaringan yang memasukkan semua regulasi sekuritas ke dalam kerangka kode. Dengan demikian, kepatuhan hukum akan diotomatisasi.

Platform perdagangan online CSX akan langsung menghubungkan investor dengan wirausahawan, usaha kecil dan menengah (UKM), dan perusahaan di seluruh AS.

Artinya, start up tak perlu lagi berkonsultasi dengan konsultan sekuritas, dan broker akan ditinggalkan. Tak hanya itu, Clearinghouse dan lembaga kustodian juga tak lagi diperlukan.

Sumber asli : businesswire

0 comments

Post a Comment