Sunday, October 14, 2018

Mengenal Blockchain, Sektor Ekonomi Digital yang Berkembang


Direktur Infrastruktur ICT di Badan Ekonomi Kreatif Indonesia (Bekraf) Muhammad Neil El Himam mengatakan, salah satu sektor ekonomi digital yang berkembang pesat saat ini adalah blockchain.

Blockchain adalah teknologi berbasis data yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai hal seperti payment dan pencatatan transaksi.

Meski saat ini belum populer di Indonesia, teknologi itu diprediksi memiliki potensi yang sangat besar.

Menurut Neil, pengembangan blockchain di Indonesia masih tahap awal jika dibandingkan dengan Amerika Serikat, Tiongkok, Jepang, dan Korea Selatan.

”Namun, pelaku industri di Indonesia memiliki permintaan yang kuat untuk berpartisipasi dalam pasar ini,” kata Neil, Jumat (12/10).

Baca Juga: OJK dan bank sentral Singapura sepakat kerja sama pengembangan industri fintech

Sementara itu, Kamar Dagang Indonesia (Kadin) berharap masyarakat bisa menerima blockchain secara luas pada 2020.

Karena itu, pemerintah perlu membuat regulasi agar pengusaha mendapatkan payung hukum dalam implementasinya.

Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Logistik dan Pengelolaan Rantai Pasok Rico Rustombi memaparkan, pada awalnya teknologi blockchain masih dimanfaatkan sebatas pada mata uang digital atau cryptocurrency.

Namun, seiring berjalannya waktu, teknologi itu bisa dimanfaatkan di banyak sektor, baik secara parsial maupun secara menyeluruh.

Survei yang dilakukan Credit Suisse pada 2017 menunjukkan, telah terjadi pemanfaatan teknologi blockchain di sektor manufacturing and consumer products yang mencapai 58 persen serta life sciences and health care sebesar 53 persen.

”Sedangkan sektor teknologi, media, dan telekomunikasi 48 persen dan sektor jasa keuangan 36 persen,” ujar Rico. (agf/c6/oki)

Sumber: JPNN
VIDEO YOUTUBE DISINI

0 comments

Post a Comment